Rabu, 13 Desember 2017
@Edhie_Baskoro
facebook.com/EBYudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

BERANDA | PROFIL | BERITA EBY | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | DAPIL VII JAWA TIMUR | TESTIMONIAL | GALERI EBY | VIDEO | KARIKATUR | PLAYLIST EBY


Untitled Document

Ruang Informasi

15 Maret 2012

Penyesuaian Harga BBM untuk Kepentingan Jangka Panjang



Jakarta - Papat kerja dengan Komisi VII DPR dan Pemerintah yang diwakili Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik menyepakati asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam Rancangan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012 sebesar US$ 105 per barel dan asumsi produksi minyak mentah (lifting) sebesar 930.000 barel per hari.  DPR  juga menyepakati usulan pemerintah bahwa volume BBM bersubsidi dalam RAPBN-P 2012 sebesar 40 juta kiloliter.

 

Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas mengatakan rencana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kini menyita perhatian banyak pihak sebaiknya dipahami untuk kepentingan negara dalam jangka panjang. Ibas mengatakan, stabilitas keuangan negara penting menjamin akselerasi pembangunan di daerah tetap berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah.

 

“Pemerintah dengan kalkulasi yang akurat sudah memperhitungkan dampak positif ke depan terhadap masyarakat. Stabilitas keuangan negara  memberikan jaminan stabilitas pembangunan sesuai target dan dapat bertahan dalam jangka watu lama,” ungkap Ibas yang juga master di bidang International Political Economy dari Nanyang Technological University, Singapura ini.

 

Ibas menambahkan, kondisi perekonomian global dengan tren kenaikan harga minyak dunia yang semakin meningkat mengharuskan Indonesia untuk menyesuaikan harga BBM dan mengutamakan kepentingan bangsa dalam jangka panjang. “Kesepakatan tersebut diambil agar program-program pemerintah yang tertuang di dalam APBN tidak tersedot untuk menutupi meningkatnya beban subsidi. Subsidi BBM melonjak dari Rp123,56 triliun menjadi Rp 178 triliun akibat kenaikan harga minyak dunia yang mencapai  USD 120 per barel, jauh dari asumsi APBN sebesar USD90 per barel. Agar tetap sehat dan stabil, pil pahit ini harus kita ambil. Harapannya, Indonesia ke depan memiliki daya tahan yang kuat dan tidak terpengaruh kondisi perekonomian global,” tambah anggota DPR RI ini.

 

Ibas optimis, kebijakan pemerintah dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang merupakan rangkaian kebijakan yang strategis untuk seluruh masyarakat Indonesia ke depannya. “Kebijakan menaikkan BBM bukan satu-satunya kebijakan yang disiapkan pemerintah saat ini. Masyarakat harus tahu bahwa ada serangkaian policy yang saling terkait dan menguntungkan untuk melindungi kepentingan masyarakat secara menyeluruh,” terang politisi muda ini.

 

Untuk itu, lanjut  Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini, segala upaya untuk meyakinkan masyarakat akan perlunya pemerintah menyesuaikan harga BBM perlu dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif dan benar mengenai kondisi perekonomian Indonesia agar mampu bertahan dari tren perekonomian global yang cenderung stagnan bahkan menurun.

 

“Kalau masyarakat diberikan informasi yang menyeluruh dan objektif terkait perlunya penyesuaian harga BBM ini, saya kira masyarakat dapat memahami karena jelas ini kepentingan bangsa ke depan. Dampaknya jelas bahwa pembangunan di sektor-sektor strategis tetap akan berjalan dengan baik dan masyarakatlah yang akan menikmati pembangunan itu,” jelas Ibas meyakinkan.



Berita Lainnya:


Bantu Pacitan, Ibas Ikut Gotong Royong Bersihkan Lumpur


Ribuan Korban Mengungsi, Ibas Ikut Berikan Layanan Dapur Umum


Terima Kasih Ibas Kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Inilah Harapan Ibas Kepada Generasi Milenial di Masa Depan


BKKBN Bersama Ibas Kampanye Program KB