Minggu, 24 September 2017
@Edhie_Baskoro
facebook.com/EBYudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

BERANDA | PROFIL | BERITA EBY | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | DAPIL VII JAWA TIMUR | TESTIMONIAL | GALERI EBY | VIDEO | KARIKATUR | PLAYLIST EBY


Untitled Document

Ruang Informasi

17 Juli 2012

Edhie Baskoro Yudhoyono Nilai Kawasan Rumah Pangan Lestari Strategi Surplus Beras 2014



Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono berbicara persoalan riil na­sib rakyat, bangsa, dan negara. Yakni mengenai ketahanan pa­ngan nasional. Salah satu strate­gi­nya menerapkan kawasan ru­mah pangan lestari.

“Salah satu strategi untuk me­wujudkan ketahanan pangan na­sional adalah melalui inten­sifi­kasi untuk meningkatkan pro­duk­tivitas pangan,” kata Edhie Bas­koro Yudhoyono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selain itu, lanjut anggota Ko­misi I DPR tersebut, perlu di­kem­bangkan program kawasan ru­mah pangan lestari.

“Di Pacitan, pengembangan ka­wasan rumah pangan lestari telah terbukti berhasil. Ini dapat dijadikan model untuk tingkat nasional,” ucapnya.

Ibas, sapaan akrab Edhie Bas­koro Yudhoyono mengim­bau dinas-dinas di daerah bersama ja­jarannya agar proaktif mem­ban­tu petani mengakses berbagai skim pembiayaan.

Berikut kutipan selengkapnya:


Bisa disebutkan contohnya?

Seperti Program Usaha Agris­bisnis Pertanian (PUAP), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Kredit Pengem­ba­ngan Energi Nabati dan Re­vi­talisasi Perkebunan (KPEN-R), serta program-program perta­nian yang secara berkelanjutan terus digalakkan pemerintah.

    

Apakah program-program itu bisa berjalan, sedangkan harga pupuk dan benih masih mahal?

Ketersediaan dan distribusi pupuk murah dan benih sangatlah penting. Mengenai ini, saya kira se­dang diimplementasikan peme­rintah pusat dan daerah. Untuk itu, saya berharap agar dengan ada­­­nya upaya-upaya ini, kaum pe­tani bisa semakin produktif.


Kenapa hingga kini Indone­sia masih impor beras?

Harus ada upaya konkrit dalam membangun pertanian kita agar semakin maju. Tentunya harus ada target dan strategi bersama un­tuk mencapai ke arah itu.

Terkait hal ini, saya mendorong sepenuhnya upaya pemerintah, Kementerian Pertanian, bersama masyarakat dan DPR untuk ber­sa­ma-sama mewujudkan swa­sembada beras dan komoditas per­tanian lainnya.


Bagaimana pandangan Anda terkait dengan kesejahteraan petani yang masih kurang?

Kalau kita bicara masalah pa­ngan, tentu berkaitan dengan ke­butuhan hidup. Makanya peme­rintah, baik di pusat maupun dae­rah, harus berkomitmen untuk me­ningkatkan produksi pangan ini menjadi prioritas.


Bukankah komitmen itu sudah ada dari dulu, tapi im­plementasinya masih kurang?

Ini adalah pekerjaan kita se­mua. Membutuhkan peran kita se­mua untuk benar-benar memi­kir­kan formula yang tepat, proses dan langkah-langkah strategis.


Apa Anda optimistis target surplus beras tercapai?       

Saya optimistis, target surplus beras sebesar 10 juta ton tahun 2014 mendatang dapat terealisasi dan kesejahteraan akan menjadi bagian dari masyarakat petani Indonesia.


Apa ukuran keyakinan Anda?

Masih memungkinkan terca­pai. Sebab, panen masih akan te­rus berlangsung di berbagai daerah.

   

Bukankah anggaran untuk pertanian ini masih minim ?

Segala upaya baik program, aturan sampai anggaran pertanian menjadi satu kemasan yang harus diprioritaskan. Upaya konkrit seperti yang kita lakukan saat ini, turun langsung, berdiskusi dan menampung informasi dan ma­su­kan dari petani sangat penting.

   

Anda terjun langsung ke petani?

Ya. Saya belum lama ini terjun langsung ke petani Pacitan, Jawa Timur. Makanya saya sangat men­dukung upaya pemerintah Ka­bupaten Pacitan untuk menem­patkan bidang pertanian dalam skala prioritas pembangunan daerah.

   

Ketersediaan infrastruktur masih menjadi masalah bagi petani, apa solusinya?

Ketersediaan infrastruktur per­tanian harus terus dikembang­kan dan pemanfaatan potensi ung­gu­lan pertanian. Begitu juga dengan perkebunan harus diim­ple­men­tasikan secara berkelan­jutan.

Program-program pemerintah pusat yang pro petani harus dika­wal agar tepat sasaran dan lang­sung menyentuh langsung peta­ni-petani yang membutuhkan.


Apa yang Anda peroleh saat terjun ke petani itu?

Saya melihat kinerja Bapak Bu­pati Indartato cukup intens men­jemput program-program dari pusat. Di samping sering memberikan bantuan langsung bibit unggul, pupuk, pestisida, ban­­tuan alat dan mesin perta­nian, juga pendampingan secara lang­sung bagi para petani di Pacitan.

Saya juga optimistis, target lain­nya di bidang pertanian se­per­ti di­ver­sifikasi pangan, pe­ning­­­ka­tan daya saing pertanian dan eks­por dapat segera ter­wu­jud. Dan paling penting, terkait dengan pe­ning­ka­tan kesejah­te­ra­an untuk petani. Sumber : Harian Rakyat Merdeka



Berita Lainnya:


Dikaruniai Buah Hati Ketiga, Ibas Adakan Syukuran Empat Bulan Kehamilan Aliya


Ibas Distribusikan Daging Qurban di Dapil VII Jatim


EBY Dorong Industri Kreatif Indonesia Terus Maju di Luar Negeri


Ibas : Refleksi Ramadhan, PD Pertegas Manifesto Soal Pancasila dan Kebhinekaan


Lestarikan Budaya Jawa, Mas Ibas Gelar Ketoprak Humor