Minggu, 20 Agustus 2017
@Edhie_Baskoro
facebook.com/EBYudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

BERANDA | PROFIL | BERITA EBY | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | DAPIL VII JAWA TIMUR | TESTIMONIAL | GALERI EBY | VIDEO | KARIKATUR | PLAYLIST EBY


Untitled Document

Dapil VII Jawa Timur

23 April 2016

RETAKAN TANAH DI TRENGGALEK SEMAKIN PARAH



 
Trengggalek - Kondisi retakan tanah di Dusun Sumbermadu, Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu, Trenggalek semaiin parah dan berbahaya, sebagan konstruksi bangunan rumah warga mulai ambrol dan terbelah. Untuk melihat besaran potensi bencana yang ditimbulkan Pemkab Trenggalek dan Tim UGM melakukan penelitian lanjutan di lokasi retakan tanah.   
 
Pergerakan tanah di lereng perkampungan Desa Pucanganak terus terjadi, bahkan lebar retakan tanah terus melebar dibanding hari-hari sebelumnya. Lebar retakan tanah dan bangunan saat ini mencapai 50 Centimeter. 
 
Beberapa diantara rumah warga saat ini telah dibongkar, karena kondisinya cukup berbahaya dan tidak layak untuk dihuni kembali. Perkembangan pergerakan tanah di tampak cukup tergambar di salah satu rumah warga.
 
Konstruksi tembok terbelah di dua bagian dengan retakan yang cukup lebar, kondisi tersebut terjadi mulai dari depan hingga belakang rumah. Bahkan saat ini beberapa tembok yang ada di dalam rumah telah ambrol akibat terjadinya pergeseran tanah.
 
"Sebelumnya tidak selebar ini, bahkan tanah yang ada di bawah itu juga sudah amblas sekitar 60 Centimeter," kata Kepala Desa Pucanganak, Hadi Sumanto. 
 
Sementara itu Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin saat mengunjungi lokasi mengakui, kondisi Dusun Sumbermadu saat ini kian mengkhawatirkan, namun pemerintah belum bisa bertindak cepat dalam penanganan warga yang terdampak. Pemerintah masih menunggu hasil rekomendasi Tim Ahli Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta yang melakukan  penelitan lanjutan. 
 
"Lahkah seperti apa yang bakal kami ambil tentunya harus memiliki dasar yang kuat, apakah itu relokasi atau yang lain," katanya.
 
Menurutnya, hasil penelitian nantinya akan menjadi pijakan pemerintah dalam mengambil kebijakan stategis bagi wilayah yang terdampak pergerakan tanah. Dengan demikian langkah yang akan diambil pemerintah bisa tepat dan sesuai dengan harapan masyarakat.
 
Sementara itu, menurut salah satu peneliti UGM, Bagus Bestari, kondisi retakan dan pergeseran tanah di Desa Pucanganak terjadi akibat beberaa faktor, salah satunya adalah tingkat kemiringan tanah yang terlalu ekstrim, disisi lain beban tanah, berupa bangunan warga, serta bruruknya sistem drainase semakin memperparah kondisi di lapangan. 
 
"Saat ini kami memasang beberapa alat untuk mendeteksi sejauh mana pergerakan tanah yang terjadi dan dampaknya seberapa," katanya.
 
Beberapa peralatan yang dipasang Tim UGM diantaranya pengukur pergerakan tanah, alat pendeteksi intensitas curah hujan serta sitem peringatan dini. Hasil kajian kedua ini untuk mngetahui seberapa besar potensi dan dampak yang akan ditimbulkan apabila kawasan Sumbermadu ambrol. Proses penelitian akan dilakukan selama sepekan mendatang. 
 
Sesuai data di pemerintah desa, di Dusun Sumbermadu terdapat 21 rumah dan bangunan lain yang terdampak oleh pergeseran tanah, sebagian rumah kini telah dirobohkan dan ditinggal mengungsi ke tempat yang lebih aman. 


Berita Lainnya:


Lestarikan Budaya Jawa, Mas Ibas Gelar Ketoprak Humor


Ibas Ajak Elemen Bangsa Jaga Keutuhan NKRI


Kembangkan Wisata, Mas Ibas Instruksi Jalankan Tujuh Pesona Wisata


Ibas Terus Kawal Program Alsitan Untuk Para Petani


Ibas : Rakyat Sejahtera Jika Kebutuhan Pokok Terpenuhi