Jumat, 15 Desember 2017
@Edhie_Baskoro
facebook.com/EBYudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

BERANDA | PROFIL | BERITA EBY | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | DAPIL VII JAWA TIMUR | TESTIMONIAL | GALERI EBY | VIDEO | KARIKATUR | PLAYLIST EBY


Untitled Document

Dapil VII Jawa Timur

4 April 2016

Dilantik Gubernur, Indartato-Yudi Sumbogo Resmi Pimpin Pacitan



SURABAYA – Pasangan Indartato-Yudi Sumbogo, Senin (4/4) resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pacitan periode 2016-2021. Pelantikan berlangsung di gedung Grahadi Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo atas nama Menteri Dalam Negeri RI.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam arahannya minta agar Bupati dan Wakil Bupati terpilih tetap merakyat setelah menjabat. Dia juga minta pimpinan daerah 1001 Gua tetap mempertahankan suasana Pacitan yang guyub rukun dan harmonis.

Pakdhe Karwo juga berpesan agar dalam menjalankan roda pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati menjalin komunikasi yang intens. Baik bersama forum pimpinan daerah, legislatif, maupun tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Suasana guyub rukun di Pacitan dipertahankan syukur kalau ditingkatkan. Tidak akan bisa membangun kalau faktor eksternal yaitu koordinasi dengan DPRD, Formkompimda, dan tokoh masyarakat, tokoh agama tidak terjalin baik,” tandasnya di hadapan puluhan pejabat yang hadir.

Lebih lanjut Soekarwo berpesan agar pimpinan daerah lebih memperhatikan kebutuhan rakyat kecil. Penggunaan anggaran daerah harus selektif agar tidak muncul ketimpangan. Intinya, APBD harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

Pakde Karwo juga berharap pembenahan insfrastruktur diilakukan di kawasan Pacitan. Beberapa jalan juga harus diperlebar sehingga mempermudah akses menuju Pacitan. Pembangunan waduk Tukul dilakukan diminta juga bisa dikawal sehingga potensi air yang melimpah di Pacitan bisa dimanfaatkan dengan baik.

Begitu juga dengan usulan pembangunan bandar udara di Pacitan. Menurut pria asal Madiun ini, pembangunan bandara diyakini bisa meningkatkan wilayah itu dari ketertinggalan. “Pacitan harus dikembangkan jadi city link sehingga memerlukan pendirian bandara,” ujarnya.

Menurut Pakde Karwo, jalur transportasi darat di Pacitan terkenda kontur perbukitan yang menutup kawasan itu. Jalan darat utama dari Ponorogo ke Pacitan juga rawan longsor dan jalur dari Trenggalek ke Pacitan. “Usulan bandara masih terkendala karena Pacitan masuk zona latihan pesawat tempur dari Lapangan Udara Iswahyudi Madiun,” tandas pria yang merupakan politisi Partai Demokrat ini.

Untuk merealisasikan bandar Pacitan itu, Pakde Karwo juga mengusulkan pada pemerintah pusat untuk memindahkan Lanud Iswahyudi ke daerah luar Jawa. “Lapangan udara tempur idealnya memang berada di daerah pinggiran, kalau di Madiun itu kan tidak ideal, kalau perangnya di ligitan misalnya kan kejauhan, mungkin idealnya dipindah ke Morotai,” tandasnya.

Pakde Karwo juga meminta duet Indartato-Yudi Sumbogo bisa menciptakan suasana kondusif agar cita-cita membangun Pacitan dapat terlaksana dengan baik. Selain itu, di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terhadap PDRB Jatim sangat tinggi, yakni sebesar 54,98 persen. Potensi ini juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. “Saya berpesan, bila ingin meningkatkan perekonomian Pacitan, tolong gandeng pelaku-pelaku usaha dari sektor kecil, menengah maupun besar,” papar Pakde Karwo.

Dikatakan Pakde Karwo, salah satu cara yang bisa dilakukan Pemkab Pacitan dalam mendorong sektor UMKM adalah melalui skema linkage program. “Skema kredit linkage program ini tentunya dengan bunga murah, cara mudah, dan layanan yang cepat. Bila skema ini dilakukan dengan baik maka bisa menekan angka disparitas,” tambahnya.

Saat ini, kata Pakde Karwo, Pacitan telah berubah dan bertransformasi dari daerah kering menjadi daerah penghasil kayu sengon. Tak hanya itu, Pacitan merupakan kab/kota ke-11 penghasil perhiasan.

Gubernur Soekarwo juga meminta kepala daerah terpilih, Drs H Indartato, MM dan Drs Yudi Sumbogo untuk meningkatkan dan terus mempertahankan kualitas produksi akik Pacitan. Hal ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pacitan. “Akik Pacitan itu sudah terkenal sebelum demam akik melanda. Kualitas batu mulai asal pacitan sudah menasional bahkan mendunia. Saya pesan pada Pak Bupati bisa menjaga dan meningkatkan pemanfaatannya,” ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Dikatakan Pakde Karwo, Pacitan merupakan satu dari 11 daerah di Jawa Timur yang memproduksi dan menghasilkan batu mulia maupun perhiasan terbaik di Indonesia. “Tapi Pacitan ini yang utama karena keindahan batu jenis kalsedon. Batu di Pacitan beda warna beda harga. Saya kira ini tugas Pak Bupati untuk meningkatkan potensinya, Hal ini yang harus kami dorong dari Pacitan, terutama soal ekspor perhiasan, kayu sengon dan percepatan pembangunan Waduk Tukul,” pungkasnya.

Khusus kepada Priyo Dharmawan yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai PJ Bupati Pacitan , Gubernur menyampaikan rasa terima kasih. Meski singkat namun Kepala Balitbang Provinsi Jawa Timur itu sudah membantu keberlangsungan pemerintahan. Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih merupakan akhir penantian masyarakat Pacitan setelah hampir satu bulan tertunda sejak berakhirnya masa jabatan pimpinan daerah terdahulu pada 21 Februari lalu. Masyarakat berharap, kepemimpinan Indartato-Yudi Sumbogo akan membawa perbaikan kehidupan di daerah yang kaya sumberdaya alam tersebut. (frend)



Berita Lainnya:


Bantu Pacitan, Ibas Ikut Gotong Royong Bersihkan Lumpur


Ribuan Korban Mengungsi, Ibas Ikut Berikan Layanan Dapur Umum


Terima Kasih Ibas Kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Inilah Harapan Ibas Kepada Generasi Milenial di Masa Depan


BKKBN Bersama Ibas Kampanye Program KB