Jumat, 20 Oktober 2017
@Edhie_Baskoro
facebook.com/EBYudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

BERANDA | PROFIL | BERITA EBY | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | DAPIL VII JAWA TIMUR | TESTIMONIAL | GALERI EBY | VIDEO | KARIKATUR | PLAYLIST EBY


Untitled Document

Dapil VII Jawa Timur

1 April 2016

Sesuai Jadwal Diknas Ngawi Distribusikan Naskah UN Ke Sub Rayon



NGAWI- Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Ngawi sesuai jadwalnya mendistribusikan

naskah Ujian Nasional (UN) ke 12 Sub Rayon dengan pengawalan ekstra ketat dari masing-

masing Polsek sekaligus sebagai tempat penyimpanan, Jum’at (01/04). Sesuai data

pengiriman 147 box naskah UN tersebut dimulai tepat pukul 08.30 WIB – 13.00 WIB

masing-masing terdiri 5 Sub Rayon SMA, 3 Sub Rayon SMK dan 4 Sub Rayon MA.

“Sudah ditentukan sesuai jadwal sebelumnya hari ini mulai didistribusikan naskah soal ujian

mendasar sub rayon yang ada. Dan itu pun mendapatkan pengawalan ketat dari aparat

kepolisian jangan sampai terjadi kebocoran soal ini,” terang Hadi Suharto Kepala Bidang

(Kabid) Pendidikan Menengah Diknas Kabupaten Ngawi, Jum’at (01/04).

Ulasnya, selama pemilahan dan pecah naskah UN selama dua hari lalu memang sejumlah

masalah ditemukan seperti kardus CD Listening Bahasa Inggris untuk SMA sempat tertukar

dengan SMK. Selain itu ditemukan kelebihan soal UN untuk SMK terutama teori kejuruan

administrasi perkantoran. Kelebihanya 2 sampul besar berisi 20 set soal naskah dan 1 sampul

kecil berisi 10 set soal naskah.

Meski demikian setelah dihitung ulang jumlahnya masih sesuai dengan kebutuhan yang ada

sehingga tidak perlu ada kekhawatiran. Dan bisa dipastikan pelaksanaan UN baik SMA

maupun SMK serta MA yang diawali 4 April pekan mendatang akan berjalan sesuai

mekanisme yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan Nasioanal (Kemendiknas).

Hadi Suharto menegaskan, untuk tahun 2016 ini khusus siswa peserta Ujian Nasional

Berbasis Komputer (UNBK) baik dari SMA, SMK, MA mencapai 30 persen dari total 9.859

siswa. Dia berharap untuk tahun berikutnya sesuai persentasenya akan terus bertambah

seiring dengan kesiapan perangkat komputer dari masing-masing internal sekolah.

Ditambahkan juga untuk siswa peserta UNBK besar kemungkinan ada salah satu peserta

yang tidak bisa mengikuti akibat sakit yang dideritanya. Hadi-panggilan akrabnnya siswa

yang terindikasi belum bisa mengikuti UNBK kali ini merupakan salah satu siswa dari

SMKN 1 Ngawi.

“Karena siswa ini sebagai salah satu peserta UNBK maka solusinya jelas akan mengikuti

pada ujian susulan. Pihak pelaksana UNBK sendiri tidak mungkin membawa perangkat

komputer ke rumah bersangkutan kecuali kalau siswa ini diluar itu bisalah seperti naskah soal

dikirim kerumahnya tentunya dengan pengawalan juga,” beber Hadi Suharto.

Kemudian sesuai data awal peserta UN 2016 untuk SMA maupun SMK sederajat di

Kabupaten Ngawi diikuti 9.859 peserta. Dengan perincian, SMA sebanyak 2.254 siswa, SMK

tercatat 5.592 siswa, MA sebanyak 1.108 siswa selain itu SMALB diikuti 5 siswa dan peserta

Paket C ada 899 siswa.



Berita Lainnya:


TNI Bersama Petani Turun Memanen Jagung


SMAN 1 Magetan Dapat Sosialisasi Empat Pilar Dari Ibas


Ibas Ajak Petani Aplikasi Sistem Pertanian Moderen


Luar Biasa, Kader PKK Pelopori Gerakan Peduli Anak Yatim Piatu Ponorogo


Pemasangan Keramik Pasar Sumoroto Ponorogo Tidak Bermasalah