Jumat, 15 Desember 2017
@Edhie_Baskoro
facebook.com/EBYudhoyono
Edhie Baskoro Yudhoyono

BERANDA | PROFIL | BERITA EBY | PARTAI DEMOKRAT | FRAKSI PD DPR-RI | DAPIL VII JAWA TIMUR | TESTIMONIAL | GALERI EBY | VIDEO | KARIKATUR | PLAYLIST EBY


Untitled Document

Dapil VII Jawa Timur

4 Maret 2016

Dinkes lakukan gertak PSN dan libatkan jumantik



PACITAN- Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melibatkan Juru Pemantau Jentik (Gerak Jumantik) hingga ke rumah-rumah.
“Kita harapan gerakan ini akan mampu melakukan pencegahan terhadap berkembangnnya sarang nyamuk dan mampu meminimalisir kasus DBD, para petugas Jumantik nantinya akan langsung terjun mendatangi rumah-rumah," ungkap Pj Bupati Pacitan Priyo, dalam sambutannya pada Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dan Gerakan Serentak Juru pemantau Jentik (Gerak Jumantik) di desa Bangunsari, Pacitan, Jumat, 5/3/2016.
Seperti diketahui, kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pacitan, kian mengganas. Terbukti, hingga minggu ke-dua bulan Februari lalu sudah ada 248 pasien yang tumbang oleh gigitan nyamuk aides agypti tersebut. Jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 357 kasus di akhir bulan lalu.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, Bambang Wijanarko, mengatakan, serangan DBD paling banyak terjadi di Kecamatan Kota, tepatnya di Desa Bangunsari dan Desa Tanjungsari. “Dua desa tersebut, memang endemis DBD. Banyak warga dua desa tersebut yang harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terserang DBD,” kata Bambang.
Bambang menegaskan, Dinkes terus berupaya melakukan upaya-upaya pencegahan agar kasus DBD bisa diminimalisir. ‎Diantaranya melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melibatkan juru pemantau jentik (jumantik).
Lebih lanjut, Bambang menegaskan, penyebaran suatu penyakit, tidak terkecuali DBD, memang lebih didominasi oleh lingkungan serta prilaku individu. Karena itu, langkah pertama yang harus dilaksanakan dengan PSN. “PSN dipandang sebagai upaya paling efektif dalam pengendalian DBD,” tukasnya. (**).



Berita Lainnya:


Bantu Pacitan, Ibas Ikut Gotong Royong Bersihkan Lumpur


Ribuan Korban Mengungsi, Ibas Ikut Berikan Layanan Dapur Umum


Terima Kasih Ibas Kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Inilah Harapan Ibas Kepada Generasi Milenial di Masa Depan


BKKBN Bersama Ibas Kampanye Program KB