PONOROGO – Menjelang perayaan tahun baru 2017 kemarin Bumi Reyog Ponorogo sedikit mengalami kehebohan. Pasalnya Bupati Ponorogo, H. Ipong Muchlissoni harus menjalani opname di RS Premier Surabaya usai melantik 921 pejabat di SKPD Pemkab Ponorogo, Kamis (29/12/2016) siang.
Berbagai pihak saat itu sebenarnya menyayangkan lambatnya anak buah Bupati Ponorogo terutama bagian Humas Pemkab Ponorogo memberi penjelasan resmi. “Seharusnya corong resmi Pemkab Ponorogo segera melakukan Pers Release terkait kondisi terkini Bupati Ponorogo agar tidak simpang siur,” ujar Nurcholis salah satu pengurus Komunitas Wartawan Ponorogo (KWP).
Menurut Nurcholis, sebenarnya Humas Ponorogo sudah merelease Kondisi terkini Bupati Ponorogo tetapi dinilai lambat karena baru pada Kamis (29/12/2016) pukul 20.56 WIB malam padahal sejak siang Bupati Ponorogo sudah dibawa Ke RSUD Dr Hardjono walau akhirnya dirujuk ke RS Premier Surabaya.
Senada dengan Nurcholis, Supriyadi pengurus KWP lain juga berharap kepada Humas Pemkab Ponorogo pro aktif terhadap semua hal yang terjadi di pusaran Pemkab Ponorogo. “Ingat, Humas Pemkab Ponorogo adalah corong utama kegiatan yang di lakukan atau yang terjadi di Pemkab Ponorogo,” kritik Supriyadi.
Seperti diketahui sakitnya Bupati Ipong menjadi pemberitaan di berbagai media serta berita viral media sosial dan terkesan simpang siur. Karena memang Bupati Ponorogo saat ini lagi keras bekerja pasca dilantik Gubernur Jatim 17 Februari 2016 silam dengan berbagai gebrakan programnya.
Terkait sakit yang diderita orang nomor satu di lingkungan Pemkab Ponorogo yaitu Bupati Ponorogo, H. Ipong Muchlissoni usai kepulangannya dari RS Premier Surabaya langsung menggelar tasyakuran, sholat berjamaah, Istighozah dan sujud syukur bersama berbagai elemen, mulai Wabup Ponorogo, Sekdakab, Jajaran DPRD, SKPD, para Camat, Parpol Pengusung, Relawan, tokoh agama, Kyai sepuh hingga kalangan Pers, Minggu (1/1/2017) malam di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo.
Ipong tidak menampik acara tersebut juga sebagai ajang klarifikasi dan penjelasan rumor yang berkembang terkait kesehatannya. “Acara ini sebagai ungkapan rasa syukur karena selama ini diberi nikmat sehat dan sekaligus klarifikasi atas berita yang berkembang dalam beberapa hari ini terkait kesehatan saya,” ujar H. Ipong Muchlissoni, Minggu (1/1/2017) malam.
Sebelumnya, usai melantik 921 pejabat di halaman Pendopo Kabupaten Ponorogo, Kamis (29/12/2016) lalu, Bupati Ipong harus opname di RS Premier Surabaya, setelah sebelumnya masuk RSUD Dr Hardjono Ponorogo. Saat itu berita sakitnya Bupati Ponorogo menjadi simpang siur.
Ipong menambahkan pemberitaan di berbagai media saat itu tidak berdasarkan sumber berita yang valid. “Orang menduga itu ya karena kalian (wartawan) karena memberitakan tidak berdasarkan sumber yang valid,” katanya.
Pihaknya juga membantah ketika ke RSUD Dr Hardjono Ponorogo dinaikan ambulance. “Saat itu kami naik mobil dinas, tapi memang ada mobil ambulance tapi itu disiapkan untuk kegiatan pelantikan pejabat kemarin,” tambahnya.
Pun Ipong meminta para jurnalis seharusnya tidak langsung memvonis Bupati Ponorogo terkena serangan jantung berdasarkan kiriman foto Bupati Ponorogo sedang dinaikan kereta dorong di RSUD Dr Hardjono. “Karena kami akui akibat berita kemarin telah merepotkan banyak pihak, anggota keluarga kalang kabut karena banyak yang was-was dan segala macam,” akunya.
Menurut Politikus Partai Gerindra ini, dirinya dari awal tidak ada riwayat sakit jantung. “Saya dari awal mengeluhkan ulu hati hingga lambung tembus belakang,” bebernya. Tetapi dia tidak membantah saat itu ada kekawatiran dari Ketua Tim Dokter Bupati Ponorogo, Dr. Setyo yang menasehati ke kami untuk di rujuk ke RS Premier Surabaya. “Saat itu kami menolak dan minta usai tahun baru saja medical chek up ke Surabaya, ya akhirnya kami nurut,” jelasnya.
Setelah sampai RS Premier Surabaya, Ipong menuturkan langsung dilakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisinya oleh Prof Dr Budi Bakti. “Hasilnya bagus, saya tidak terkena sakit jantung bahkan koroner saya kata dokter seperti orang berumur 17 tahun, padahal saya adalah perokok berat sejak tiga puluh empat tahun lalu,” terangnya.
Dalam penjelasannya Bupati Ipong Mengaku sudah menderita sakit maag sejak 4 tahun lalu dan sering kambuh. “Dan pas pelantikan pejabat kemarin paling parah karena sakitnya menembus belakang,” tegasnya.
Di akhir acara, Ipong juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa seluruh masyarakat Kabupaten Ponorogo selama ini. “Mari kita bersama-sama membangun dan memajukan Kabupaten Ponorogo sesuai visi misi kami yaitu PONOROGO BERBENAH MENUJU PONOROGO YANG LEBIH MAJU, BERBUDAYA DAN RELIGIUS,” tukasnya. (MNC)