Ngawi – Bupati Ngawi, Budi Sulistyono memiliki cara yang berbeda untuk mengetahui kondisi masyarakatnya. Pada Januari lalu, Bupati  mengunjungi desa pinggiran di wilayah Ngawi, yaitu Desa  Pandean, Kecamatan Karanganyar.  Selama dua hari Bupati bermukim di  Desa Pandean untuk menyerap aspirasi masyarakat Pandean serta Karanganyar. Pada kesempatan itu, Bupati berdialog dengan Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kecamatan Karanganyar. Kunjungan yang diikuti oleh jajaran kepala dinas di lingkup Pemkab Ngawi, bermaksud mendapat masukan langsung dari masyarakat untuk rumuskan dalam bentuk kebijakan oleh satuan kerja dinas terkait.

 

Hal yang sama juga dilakukan pada Februari lalu. Bupati beserta seluruh jajarannya menyambangi desa Sumber Bening Kecamatan Bringin. Kecamatan Bringin adalah salah satu kecamatan yang wilayahnya agak tertinggal. Kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Blora serta Kabupaten Bojonegoro ini infrastrukturnya masih kurang, diantaranya infrastruktur jalan umum, dimana 80 % dalam keadaan rusak berat serta makadam. “Saya ajak seluruh jajaran dinas dalam kunjungan ini, agar mereka dapat langsung menyerap masukan dari warga, sehingga mereka bisa menindaklanjuti aspirasi warga, sesuai dengan bidang masing-masing,” lanjut Bupati.

 

Kegiatan Sambang Desa di Kecamatan Bringin ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 18 – 19 Februari 2012. Rombongan Bupati selama di Kecamatan Bringin mengambil lokasi di Waduk Sangiran serta Dusun Boan yang terletak di sebelah utara waduk Pondok.  Disekitar waduk Pondok ini sebenarnya sangat potensial bagi warga untuk ternak ikan dengan sistem kerambah.

 

Namun selama ini inisiatif dari warga maupun program dari pemerintah terlihat kurang untuk budidaya ternak ikan dengan sistem keramba apung ini. Dari dialog antara warga dengan Bupati disampaikan keluhan keberadaan keramba apung di waduk Pondok saat ini yang keseluruhan ada 44 kerambah pemanfaatannya masih belum maksimal.  Dari total kerambah yang berjumlah 44 buah ternyata oleh warga baru dimanfaatkan sebanyak 10 buah, untuk mengatasi hal tersebut bupati memerintahkan Dinas Perikanan dan Peternakan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB untuk berkoordinasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda, dan Olahraga diminta turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut berikut teknis pengelolaannya.

 

Dalam pengelolaan kerambah nantinya dari unsur PKK  maupun pemuda setempat yang didampingi oleh Tim PKK Kabupaten Ngawi serta Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olah raga serta dinas Peternakan Dan Perikanan dapat bekerjasama untuk mengelola kerambah dengan maksimal.

 

Selain mendorong pemanfaatan kerambah apung secara maksimal, dalam kunjungan ini Bupati juga memberikan bantuan ternak berupa Kambing, yang di berikan pada warga Desa Sumber Bening. Bantuan kambing ini lebih spesifik di peruntukkan bagi mantan Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta Guru Tidak Tetap (GTT)permintaan para mantan Guru Tidak Tetap, yang sebagian dari mereka telah bertekad untuk beralih profesi menjadi peternak. Bupati sangat merespons keinginan para PTT dan GTT ini yang sedang berupaya untuk menjadi seorang wirausahawan.


Setyo Utomo/Foto. Pemkab Ngawi