Ngawi-Mendengar tunggakan raskin tertinggi sejawa timur cukup membuat geram orang nomer satu di Kabupaten Ngawi. Saat dikonfirmasi Ir budi Sulistyono, Bupati Ngawi dalam waktu dekat ini bakal menginstruksikan kepada SKPDnya untuk melakukan menyelesaikan masalah tersebut. Menurutnya kejadian tersebut mencoreng nama kab Ngawi. 

” Sungguh menyakitkan mendengar laporan itu, dalam waktu dekat ini saya akan bertindak tegas untuk menyelesaikan tunggakan yang mencoreng nama Kabupaten Ngawi” tegasnya

 

Sesuai data tunggakan raskin untuk tahun 2015 lalu Ngawi tertinggi dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Catatan yang ditulis Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kabupaten Ngawi, Aries Dewanto, menyebutkan, ada lima desa yang tunggakan raskinnya belum beres sampai dengan 10 Maret 2016. Tunggakan raskin ini diakibatkan dari lima desa di kabupaten ngawi jelas belum melakukan pembayaran yakni di Kecamatan Ngrambe dan Karanganyar.

 

Rinciannya sebagai berikut empat di Kecamatan Ngrambe meliputi Desa Babadan, Krandegan, Mendiro dan Wakah. Sedangkan di Kecamatan Karanganyar itu Desa Gembol. Dari lima desa tersebut Gembol memiliki tunggakan tertinggi, yakni sebesar Rp 58,2 juta. Sedangkan di Kecamatan Ngrambe tertinggi di Desa Babadan sebesar Rp 22,8 juta. Desa Gembol Kecamatan Karanganyar yang belum dibayarkan 36.420 kilogram dari alokasi beras November, Desember 2015, ke-13, dan ke-14. Sedangkan untuk Desa Babadan 14.310 kilogram raskin dari alokasi September, Oktober, dan November 2015 serta ke-13 dan ke-14 di tahun yang sama.

 

Anehnya, tunggakan beras tersebut sebenarnya bukan ditangan warga maupun kesalahan penerima itu sendiri melainkan ada di tangan perangkat desa bersangkutan. Dimana masing-masing kepala desa (kades) tidak langsung menyetorkan uang raskin ke Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Tunggakan itu juga jadi catatan merah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memanggil lima kepala desa masing-masing untuk diklarifikasi.

 

Kanang demikian panggilan akrab Bupati Ngawi pihaknya bakal merekomendasikan kepada pihak yg berkopenten mengurusi tunggakan raskin bila jelas para perangkat desa yang bermain atas pembayaran raskin dari warga siap pihaknya limpahkan kepada pihak yg berwajib.

” saya tidak main-main dengan permasalahan ini, bila mereka(perangkat desa) masih mangkir dengan penyelesaian tunggakan bakal saya teruskan ke pihak berwenang” imbuhnya. ARD