Trenggalek – Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengakui, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak memiliki data yang valid dan terpercaya tentang kondisi wilayah. Kondisi ini menyulitkan pimpinan daerah dalam merumuskan arah dan proritas pembanbungan. 
 
Pengakuan ini disampaikan Emil Dardak usai mengikuti pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Menurutnyadata-data yang dimiliki pemerintah kabupaten saat ini kurang akurat dan tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. 
 
“Salah satu data yang dinilai masih minim terkait dengan pemetaan kondisi jalan serta drainase,” katanya.
 
Buruknya sistem pendataan yang dilakukan pemerintah selama ini, berdampak langsung terhadap kelanjutan dan program pembangunan yang dilakukan pemerintahan setelahnya. 
 
Terkait hal tersebut, Pemkab Trenggalek saat ini mulai melakukan pendataan dan pemetaan secara menyeluruh terhadap sejumah persoalan yang ada di lapangan. “Pendataan ini mengunakan mekanisme bottom up atau mengandalkan informasi dari masyarakat langsung dan pemerintah desa,” ujarnya. 
 
Dijelaskan, proses pendataan ini membutuhkan waktu yang relatif lama, meski demikian emil dardak optimistis, sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat secara langsung akan lebih akurat. 
 
Peta dan data kondisi wilayah di Kabupaten Trenggalek dinilai sangat penting dalam mendukung program kerja pemerintahan yang baru , karena dengan adanya data yang akurat, maka pemerintah akan lebih cepat untuk menentukan arah dan kebijakan pembangunan jangka pendek maupun menengah.