Pacitan – Sadar dengan kondisi tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memunculkan  terobosan baru menempatkan perangkat serupa guna menjangkau wilayah kecamatan. Rencananya, peralatan Tsunami Early Warning System (TEWS) itu akan dipasang di 10 lokasi strategis. Tiga unit ditempatkan  di wilayah Kecamatan Pringkuku, lima lainnya dipasang di wilayah kota, dan dua lainnya di wilayah Kecamatan Ngadirojo. 
Berbeda dengan TEWS bantuan dari pusat yang serba digital, perangkat peringatan dini manual ini merupakan hasil modifikasi BPBD yang menerapkan tekhnologi gelombang radio very high frequency (VHF). Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD setempat Tri Mudjiharto, upaya ini diambil untuk menyiasati kondisi geografis Pacitan yang bergunung. 
Pembuatan dan pemasangan perangkat peringatan dini ini sendiri akan dilakukan bertahap hingga 5 tahun kedepan. Ini karena, anggaran yang dialokasikan di APBD sangat terbatas. Untuk satu unit perangkat dibutuhkan dana antara 20 hingga 30 juta rupiah. Menara sirine ini nantinya akan dipasang di masjid atau mushola agar perawatanya bisa dilakukan oleh masyarakat. Pihak masjid juga dapat memanfaatkan perangkat tersebut untuk kepentingan masjid atau lingkungan, semisal mengumandangkan adzan atau tanda imsak dan buka puasa di bulan Ramadhan.
Meskipun memanfaatkan tekhnologi rakitan, namun tandas Tri Mudjiharto dampak manfaat dari perangkat ini sangat membantu masyarakat yang tinggal di zona rawan tsunami. Sirine yang dipasang di menara suaranya mampu menjangkau radius 1 hingga 2 kilometer.Bahkan, kecepatan sinyal radio yang dikirim ke masing-masing perangkat peringatan dini sangat cepat yakni terpaut 1 hingga 2 detik.

 

riz/pacitankab.go.id