Selain dikenal dengan wisata pantainya, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ternyata kaya akan sejumlah potensi wisata alam lain, salah satunya adalah wisata durian di Desa Wisata Durensari.
 
Desa wisata Durensari terletak di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo atau kurang lebih tiga kilo meter dari lokasi wisata Pantai Prigi dan Pasir Putih. Wisata ini memiliki konsep yang berbeda dengan kawasan wisata alam lain. 
 
Pengunjung yang datang akan diajak berpetualang ke perkebunan yang ada di kawasawan hutan. Dengan menyusuri jalan setapak wisatawan akan dimanjakan dengan suasana hutan yang rindang dan masih segar. Disaat musim durian, pengunjung bisa melihat secara langsung aneka pohon durian yang sedang berbuah. 
 
Petualanganpun semakin seru, karena pemandu wisata mengajak pengunjung untuk berburu buah durian runtuh bersama petani setempat. “Nah, buah durian ini sudah menjadi satu paket wisata, sehingga bisa dinikmati di lokasi,” kata ketua Kelompok Sadar WIsata Durensasi, Unik Winarsih.
 
Konon durian yang baru jatuh dari pohon memiliki cita rasa dan kenikmatan yang berdeda dibanding dengan durian yang dijual di pinggir jalan, karena kondisi buah masih segar. 
 
“Beda banget jika dibandingkan dengan yang dipinggir, serius,” kata salah seorang pengunjung, Yulianto Eko.
 
Tak hanya sekedar menikmati buah durian, lokasi petualangan ini juga menyuguhkan keindahan alam yang cukup istimewa, aliran sungai yang jernih membuat para pegunjung semakin kerasan. Selain itu anda juga bisa melihat langsung aktifitas lalu lalang warga yang mengangkut buah durian dengan menggunakan sepeda motor trail. 
 
Menurut pengelola desa wisata, untuk pengungunjung yang ingin membawa pulang oleh-oleh buah durian, bisa langsung membeli di rumah-rumah warg, mengingat hampir seluruh rumah merupakan petani durian. “Mau borong satu truk juga bisa, karena di sini juga ada pengepulnya durian,” kata Unik. 
 
Desa wisata ini bisa dikunjungi kapan saja, karena pada saat tidak musim buah durian, pengunjung akan diajak untuk berpetualang ke kebun manggis, salak maupun melihat langsung proses pembuatan gula aren. Tak hanya itu saja, bagi anda yang menginap di “homestay” juga akan dihibur oleh aneka permainan rakyat dan karawitan.