Magetan- Siapa yang ingin Hidup dalam Kekurangan, Semua orang pasti tidak menginginkannya. Termasuk Keluarga Tukiran, warga Kelurahan Sukowingan Magetan, karena keinginannya merubah hidup yang lebih baik, kini dia bisa merubah ekonomi keuarganya,dengan ikut dalam program Pro Rakyat, Kelompok usaha bersama( KUBE) “jambu” ,  untuk modal awal dalam usahanya membuat lempeng.

Dengan tekad yang besar, Usahanya dimulai pada awal 2009 lalu, dibantu Istrinya , Rinah, Tukiran mulai merintis membuat lempeng sendiri. Dengan pengalaman dulu pernah ikut sebagai pekerja pengolah bahan baku lempeng milik tetangga, lempeng buatannya bisa langsung di terima oleh para tengkulak, bahkan sampai di Madiun.

Di kelurahan Sukowinangun sendiri terdapat 17 kelompok pembuat lempeng, lempeng Sukowinangun atau yang lebih dikenal dengan sebutan lempeng Magetan ini sudah memiliki nama tersendiri di kalangan tengkulak sampai di luar Magetan, dengan cita rasanya yang renyah dan gurih.

Lempeng adalah semacam krupuk yang terbuat dari beras, dengan proses pembuatannya harus memperhatikan  pencampuran yang pas antara Bleng( bahan yang membuat pulen lempeng) dengan beras yang sudah di olah. Lempeng ini sebagian besar di konsumsi oleh  keluarga untuk teman makan, terutama makan nasi pecel.

Dari niat yang besar tersebut Tukiran akhirnya bisa memperkerjakan 4 orang untuk membantunya usahanya. “Dari keluarga sendiri dulu, mulainya ya sejak permintaan lempeng kami banyak, kami kurang tenaga dan mereka juga sama seperti saya dulu mas” jelas Tukiran.(21/5/13)

Saat ini, lempeng yang diproduksi Tukiran 1,5 Kwintal beras tiap hari, untuk di olah sebagai lempeng, dari 1,5 kwintal tersebut akan menjadi 3 ribu lempeng, dengan harga @150 lempeng Rp 20.000. sehingga dalam sehari dia bisa mendapatkan laba kotor Rp 3.000.000.

Dari laba Kotor tersebut, tambah Rinah, istri tukiran, dibagi untuk pembelian beras, obat lempeng, minyak goreng, kayu bakar, arang dan pembayaran 4 orang pekerjanya. Hari, putra  Tukiran, yang ikut membantu dalam usaha ayahnya ini menambahkan, jika diambil laba bersihnya sekitar Rp 350.000.

“ alhamdulilah mas bisa menata perekonomian kami, dari yang dulu serba kekurangan, sekarang dengan usaha lempeng ini, ekonomi keluarga kami bisa berubah” tambah Hari.

Tukiran berangan- angan untuk bisa mengembangkan usahanya lebih maju lagi, dia berharap pada pemerintah untuk bisa memberikan pinjaman Modal semacam Program Kube atau yang sejenisnya, agar usahanya bisa berkembang.Maksum