Trenggalek-Badan SAR Nasional (Basarnas) memaksimalkan potensi SAR yang dimiliki oleh organisasi masyarakat, lembaga pemerintah dan non pemerintah untuk menangani ancaman bencana dan kedaruratan di seluruh Indonesia.

Direktur Pembinaan dan Pemasyarakatan Basarnas, Marsekal Pertama Hadi Cahyanto mengatakan, pemaksimalan itu dilakukan untuk membantu kinerja Basarnas, mengingat jumlah anggota SAR di Indonesia tidak sebanding dengan wilayah yang ditangani.

“Jadi untuk SAR sendiri kalau kita lihat bersama, anggota SAR in hanya sekitar 3012, kemudian kita harus melayani seluruh wilayah NKRI ada 33 kantor SAR. Sehingga potensi inilah yang kita perlukan untuk membantu dalam pelaksanaan operasi SAR. Pada saat ini kita akan melakukan penyamaan persepsi atau visi, tujunnya agar pada saat melakukan upaya penyelamatan tidak terjadi kendala” kata Direktur Pembinaan dan Pemasyarakatan Basarnas, Marsekal Pertama Hadi Cahyanto. 14/5/2013

Disela-sela diklat SAR di Trenggalek, Hadi Cahyanto menambahkan, para anggota SAR swasta tersebut diberikan pembekalan berupa pendidikan dan palatihan khusus tentang penanganan kedaruratan. Kata dia pendidikan yang diberikan disesuaikan dengan potensi kerawanan di daerah masing-masing. Dimas