Ponorogo Perjalanan tahun 2013 belum genap tiga bulan, namun dana untuk fogging atau pengasapan pemberantasan demam berdarah sudah menipis. Hingga akhir  bulan Maret 2013, Dinas Kesehatan Ponorogo sudah menghabiskan dana sekitar Rp 60 Juta untuk program fogging di 30an titik. Padahal untuk tahun 2013 ini, Dinas Kesehatan hanya menganggarkan dana Rp 100 an Juta untuk fogging di 50 titik.

Dr. Pretty Brialian selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Ponorogo mengatakan, petugasnya hingga pertengahan maret kemarin sudah melakukan fogging di 30 an titik. “Setiap titik akan dilakukan pengasapan sebanyak dua kali dengan menghabiskan dana sekitar dua juta rupiah,” kata Dr. Pretty Brilian.

Tingginya kasus demam berdarah di Ponorogo dengan angka penderita lebih dari 140 orang, 3 orang meninggal dunia mejadikan fogging sering dilakukan. Kini dana untuk fogging tinggal menyisakan untuk kebutuhan di 20an titik atau sekitar 40an juta rupiah. Dia berharap angka kejadian DB di Ponorogo tidak meningkat lagi.

Melalui program PSN, ia menghimbau agar warga masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan tempat tinggalnya, karena fogging tidak akan banyak mempengaruhi tingkat perkembangbiakan nyamuk.” Kewaspadaan masih perlu ditingkatkan, karena musim pancaroba diperkirakan akan brlangsung hingga bulan Mei mendatang,” tutupnya. Tim Media Ponorogo