Trenggalek – Sebelum mengakhiri kunjungannya di Trenggalek, Aliya Baskoro Yudhoyono menyempatkan diri untuk menggelar bincang hangat bersama para anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) se-Kabupaten Trenggalek (Jumat ,10/01/2014). Dalam ramah tamahnya, Aliya juga mensosialisasikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan PT. Askes Indonesia menjadi BPJS Kesehatan dan lembaga jaminan sosial ketenaga kerjaan PT. Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan per Januari 2014.

 

“BPJS baru saja diaktifkan. Untuk mengenalkan ini kepada masyarakat, saya juga meminta tolong kepada para Ibu-Ibu IBI dan segenap pelayan kesehatan untuk terus mensosialisasikannya kepada setiap pasien dan juga ke lingkungan-lingkungan terdekat,” Ujar Aliya.

 

Setelah berbincang mengenai BPJS, Aliya juga membagikan pengalaman pribadinya mengenai Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan juga pentingnya Air Susu Ibu (ASI) bagi sang anak. “Saya mengalami betul gunanya IMD dan ASI bagi anak saya. IMD bisa dijadikan salah satu cara dalam menekan dan menurunkan penyebab kematian bayi oleh karena hipotermia (kedinginan). Selain itu IMD dapat membantu melatih motorik bayi dan sebagai langkah awal membentuk ikatan batin antara ibu dan bayi. Sentuhan dengan kulit saat inisiasi menyusu berlangsung mampu memberikan efek psikologis yang kuat diantara keduanya.

 

Sedangkan ASI adalah hal utama dan tiada duanya untuk meningkatkan imunitas dan kekebalan pada bayi. Terutama anak saya, Airlangga yang mempunyai masalah pencernaan, perlahan dapat stabil berkat ASI yang rutin,”jelas Ibu yang melahirkan anak pertamanya pada Desember 2013 lalu ini.

 

Rasa bahagia pun ternyata juga meliputi para anggota IBI Trenggalek yang dapat mengikuti ramah tamah bersama Aliya. “Kami merasa sangat dekat dengan Mbak Aliya. Dapat mengikuti ceritanya langsung seperti ini sangat membuat kami senang. Terutama atas bantuan seragam yang diberikan oleh Mbak Aliya, kami mengucapkan terimakasih. Semoga aspirasi kami para bidan terutama bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) dapat menjadi perhatian utama bagi pemerintah,” harap Ibu Rini, salah satu anggota IBI Trenggalek.