PACITAN-Bupati Pacitan Indartato berharap pembangunan didaerah perbatasan lebih diintensifkan agar kesejahteraan masyarakat tidak jauh tertinggal. Terutama, pemenuhan sarana dan prasarana umum, baik jalan, sekolah, pusat kesehatan dan lain sebagainya.

Pernyataan tersebut disampaikan bupati,saat tilik warga di desa Wonoasri kecamatan Ngadirojo kabupaten Pacitan (Rabu 20/3/13). Orang nomor satu di Pacitan itu menilai, wilayah perbatasan memiliki peran strategis karena bersinggungan langsung dengan wilayah tetangga. Seperti desa Wonoasri yang memiliki wilayah berbatasan dengan desa Mrayun Kecamatan Mrayun kabupaten Ponorogo.

Sebagai desa baru hasil pemekaran tahun 2007 silam, masyarakat Wonoasri sangat membutuhkan perhatian untuk mengejar pembangunan. Memang selama kurang lebih 6 tahun perjalanan sejak memisahkan diri dari desa Wonokarto pembangunan di desa Wonoasri cukup membanggakan. Namun demikian faktanya masih ada beberapa infrastruktur penting yang membutuhkan perhatian pemerintah kabupaten.

Salah satu kebutuhan tersebut adalah sarana jalan penghubung antara desa Wonoasri dengan desa Mrayun kabupaten Ponorogo.Jalur sepanjang kurang lebih 5 kilometer tersebut saat ini kondisinya mulai rusak. Padahal sebagai penghubung  keberadaanya sangat penting untuk roda perekonomian warga yang tinggal di perbatasan.

Saat kegiatan kerja bhakti bersama antara warga dua desa di wilayah perbatasan bupati Indartato mengaku jalan penghubung dari Wonoasri tersebut dulu lebih baik dari pada jalan yang terhubung dari Ponorogo. Namun, sekarang kondisinya terbalik.  Untuk itu, pihaknya akan menjadikannya sebagai prioritas penanganan hingga 2014 mendatang.

Selain jalan, tahun ini akan selesai dibangun satu jembatan penghubung antara desa Wonoasri dengan Desa Cangkring kecamatan Ngadirojo. Dengan terbukanya akses penghubung tersebut bupati berharap kesejahteraan masyarakat lebih baik.

Dalam tilik Warga terpadu bupati Indartato juga berkesempatan mengunjungi keluarga tidak mampu serta memberikan berbagai bantuan. Diantaranya, bantuan raskin, paket sembako, peralatan meubeler serta bantuan APE untuk TK dan PAUD. Diserahkan juga bantuan bibit kayu sengon sejumlah 2.500 batang serta bibit ikan nila untuk kelompok tani sebanyak 5000 benih. Frend Mashudi