PONOROGO – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo nampaknya menimbulkan polemik bagi sebagian warga. Karena dengan adanya banjir tersebut para warga yang ada disekitaran sungai di wilayah Dukuh Ngampungan, Desa Ngampel, Kecamatan Balong hanya bisa pasrah dan gigit jari sambil memandangi tanaman padinya terendam air.

Pemandangan seperti itu bukan hal biasa lagi bagi warga sekitar. Sudah 4 tahun lebih para warga tidak bisa merasakan panen padi karena setiap kali menanam padi pasti terendam air. Seperti yang di ungkapakan oleh Dirman warga sekitar bahwa sungai yang ada itu tidak mampu menampung debit air di karena sekitaran sungai banyak yang ditanami pohon-pohon dan juga bambu sehingga sungai tidak mampu menampung debit air.

“Airpun meluap hingga menyebabkan ratusan hektar sawah petani terendam oleh air dan rumah warga juga tergenang air setingi lutut orang dewasa,” kata Dirman. Dia bersama warga lainnya sangat berharap agar sungai itu segera dinormalisasi seperti Sungai Genting sampai Winong yang dulu tidak pernah panen padinya, setelah diadakan normalisasi dapat panen.

“Apabila tidak di normalisasi, sampai kapanpun akan tetap banjir,” terangnya. Dia menjelaskan bahwa selama itu juga tidak ada perhatian dari Pemkab Ponorogo untuk segera menangani kasus itu. (MUH NURCHOLIS)