Ngawi-Sedikitnya 89 orang imigran gelap asal Timur Tengah berhasil diamankan Polres Ngawi saat melintas di kawasan hutan Banjarejo, Kecamatan Kedunggalar sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (13/7). para imigran gelap asal Afghanistan dan Irak ini setelah sebelumnya adanya informasi dari Mabes Polri bahwa ada puluhan warga asing tanpa dibekali dokumen resmi meluncur dari Sragen – Jawa Tengah menuju Ngawi lalu ditindaklanjuti oleh Polda Jawa Timur bersama Satintelkam Polres Ngawi dan diteruskan upaya penangkapan dengan menguntit terlebih dahulu dua bus pariwisata bernomor S 7377 US dan K 1436 GA yang dipakai para imigran. “Informasi yang kita dapat dari Mabes Polri sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung kita tindaklanjuti secepatnya, hasilnya kita menemukan puluhan orang terduga imigran gelap,” terang AKBP Eddy Junaedi SIK.
Dijelaskan, dari 89 orang imigran tersebut terdiri 50 orang laki-laki, 21 orang perempuan ditambah 10 anak perempuan dan 8 anak laki-laki. Menurut Kapolres Ngawi para imigran ini tujuannya menuju Australia untuk mencari suaka politik setelah sebelumnya berangkat dari Bogor – Jawa Barat hendak menuju Nganjuk – Jawa Timur. “Untuk sementara dari informasi yang ada para imigran ini akan diturunkan di Nganjuk lalu dipindah lagi dengan menumpang truk menuju pelabuhan di Trenggalek dan Malang kemudian diteruskan memakai kapal menuju Australia,” urai AKBP Eddy Junaedy SIK. Kemudian para imigran tersebut ditempatkan di Aula Mapolres Ngawi sambil dilakukan pendataan dari petugas dan terlihat kondisi para imigran sendiri cukup kelelahan. Bahkan ada satu perempuan terpaksa dilarikan ke RSUD Dr Soeroto Ngawi setelah diketahui mengalami sakit karena faktor usia.
Saat para imigran memasuki Polres Ngawi sempat diwarnai insiden kecil. Beberapa orang diantara mereka mencoba kabur. Namun setelah diberi pengertian dari para petugas yang mengawal mereka akhirnya para imigran bisa dikondisikan. “Tadi sempat ada perlawanan akan tetapi mereka bisa mengerti untuk kita data di Polres Ngawi ini,” jelas AKBP Eddy Junaedy SIK.
Selain mengamankan para imigran gelap pihak Polres Ngawi juga memeriksa satu pelaku utama ditambah dua orang sopir cadangan. Mengenai sangsi terhadap imigran ini AKBP Eddy Junaedy SIK mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Polda Jawa Timur. Kemudian setelah dilakukan pendataan sementara 89 imigran gelap dengan dikawal puluhan petugas dari Polres Ngawi diantarkan ke tempat penampungan yang ada di kantor imigran di Caruban, Kabupaten Madiun.
Setelah tiba di Madiun para Imigran ini juga sempat membuat repot para petugas. Karena alasan penampungan yang terdapat di kantor imigran di Caruban tidak cukup dan layak, mereka pun memaksa para petugas mencarikan hunian sementara.
Namun sayang karena pengalaman tahun lalu yakni para imigran telah merusak peralatan dan jendela serta  pintu untuk kabur,  para pemillik hotel di Madiun pun enggan menerima mereka kembali karena takut terulang kembali.  Dari informasi yang kami peroleh pihak kantor imigran bekerja sama dengan pemprof untuk segera mengembalikan mereka dengan berkoordinasi dengan duta besar Negara mereka masing-masing. Pasalnya mereka sendiri berasal dari berbagai Negara di Timur Tengah.(Ardian)