Trenggalek- Sedikitnya 15 siswa SMA sederatat di Trenggalek, Jawa Timur dipastikan tidak lulus dalam ujian nasional (UN) 2013.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek, Kusprigianto mengatakan, kepastian itu didapatkan karena ke 15 pelajar tersebut telah menyatakan mundur dari peserta ujian nasioanl.

“Sesuai laporan dari masing-masing sekolah, ada yang mundur klarena depresi ada juga yang pindah keluar kota, atau bisa dikatan sebelum UN mereka sudah ‘drop uot (DO)’ terlebih dulu,” katanya. (17/4/2013)

Ia merinci, 15 siswa tersebut terdiri dari 10 siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), dua siswa Madrasah Aliyah (MA), dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) serta satu siswa dari SMA luar biasa.

 Orang nomor satu di Dinas pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek ini menambahkan, masing-masing pelajar yang telah mengundurkan diri sebagai peserta UN bisa mengikuti ujian serupa pada tahun depan dengan syarat yang bersangkutan mengulang di kelas XII.

“Tapi kalau yang paling mudah mereka bisa mengikuti pembelajaran melalui program Kejar Paket C (setara SMA) dan mengikuti ujian nasionalnya tahun depan, namun ijasah yang didapatkan nantinya adalah Paket C,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung mengenai pelaksanaan ujian nasional di Trenggalek, Kusprigi mengklaim seluruhnya telah berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.

“Alhamdulilah semuanya lancar, dan sampai saat ini tidak ada laporan yang masuk mengenai kendala dilapangan, semoga saja ha ini bisa terus berjalan sampai ujian,” imbuhnya.

Untuk meemantau pelaksanaan ujian nasional kai ini, dinas pendidikan menerjunkan empat tim pengawas internal, yakni pengawas, SMP, SMA, SMK dan pengawas Kementerian Agama Trenggalek.

“Tim ini tugasnya memantau perkembangan yang terjadi dalam pelaksanaan Unas, dan ini diluar dari pengawas ruangan maupun pengawas satuan pendidikan (PSP),” kata Kusprigi.

Kus mengaku sempat khawatir dengan adanya gangguan/kekacauaan ujian yang di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk kekeliruan kekurangan naskah soal.

“Kami bersyukur hal itu tidak terjadi di Trenggalek, hal ini memang sudah kami antisipasi sebelumnya dengan melakukan pemeriksaan seluruh amplop naskah soal lebih awal, sehingga kekurangan itu bisa langsung dilengkapi besoknya,” katanya.

Pihaknya mengaku akan melakukan hal serupa pada pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP dan MTs agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan harapan.Dimas