PACITAN – Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, korban tenggelam di Pantai Dangkal, Desa Worawari, Kecamatan Kebonagung atasa nama Mohamad Rheza Suprayogi (29) akhirnya ditemukan oleh tim search and rescue (SAR) dalam keadaan meninggal dunia, Senin (4/1/2015) sore WIB.
Informasi yang dihimpun, jenazah Rheza ditemukan dan dievakuasi oleh tim Badan SAR Nasional Trenggalek bersama tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, tim rescue RAPI Pacitan, Pokmaswas Pantai Dangkap dan beberapa unsur terkait sesaat setelah proses pencarian tersebut ditinjau oleh Bupati Pacitan Drs H Indartato, MM.
Rheza yang tenggelam pada Jumat (1/1/201) pagi lalu ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 16.15 WIB, dengan posisi sebelah timur sekitar 2 km dari Pantai Dangkal. Saat ini, jenazah pria yang akrab disapa Rheza Gindul telah diantarkan ke rumah duka dengan diantar menggunakan mobil Ambulan Griya Aspirasi EBY setelah sebelumnya dilakukan visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pacitan.
Seperti diketahui, Rheza Gindul dinyatakan hilang terseret ombak pada Jumat (1/1/2016) pagi sekitar pukul 06.15 WIB bersama empat kawan serombongannya yang lain.
Kelima remaja asal Solo, Jawa Tengah itu mulanya ingin mandi di Pantai Dangkal sembari berfoto bersama. Namun di tengah keasyikan mereka bermain air, mendadak muncul ombak besar sehingga menyeret kelima pemuda itu.
Warga sekitar yang dipimpin Kades Worawari mengetahui kejadian dan rekan korban lainnya langsung memberikan pertolongan, namun nahas, dari kelima korban, hanya Rheza tidak dapat diselamatkan. Sementara empat mahasiswa Solo lain atas nama Shintia (DKI Jakarta), Fian, Romadhon (Kabupaten Boyolali), dan Ibrahim (Kabupaten Sukoharjo) berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Selain melibatkan unsur tim reaksi cepat (TRC) BPBD Pacitan, pencarian juga menggunakan perahu nelayan, perahu karet maupun perlengkapan penginderaan seperti teropong dan “global positioning system” (GPS) juga melibatkan Polres Pacitan, Kodim 0801 Pacitan, Badan SAR Trenggalek, tim rescue RAPI dan warga/nelayan sekitar. (frend/foto:qirun)