Ngawi- Tidak ingin diniali setengah-setengah dalam bekerja dan awal tahun dewan terlihat melempem. Komisi IV DPRD Ngawi melaksanakan sidak terhadap pembangunan infrastruktur pengerjaan leading sektor di bawah naungan pemkab orek-orek. Dalam sidaknya beberapa hari lalu, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ngawi terlihat taringnya di buktikan dengan  memberikan  presure bagi sejumlah proyek yang dileading sektori Dinas Kesehatan (dinkes) setempat. Sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Ngawi Slamet Riyanto itu mengecek tiga lokasi, yakni proyek Puskesmas Geneng, Mantingan dan terakhir proyek yang dinilai paling buruk yaitu Puskesmas Pitu.

“Untuk temuan dari ketiga puskesmas yang paling buruk adalah puskesmas pitu, rekanan terkesan asal-asalan mengerjakan proyek tersebut. Untuk lainnya hanya terkait keterlambatan, dan sudah diberikan sanksi denda,” ujarnya.

Pembangunaan ketiga puskesmas tersebut, diantaranya puskesmas geneng senilai Rp 2,14 milliar bersumber dari APBD tahun anggaran 2015 dikerjakan oleh CV Poerwani Kusuma Jaya, puskesmas mantingan senilai Rp 1,3 milliar bersumber dari APBD tahun anggaran 2015 dikerjakan CV Trinil Indah, puskesmas pitu senilai Rp 330 juta bersumber dari APBD tahun anggaran 2015 dikerjakan CV Kartika Jaya.

Sementara, Amirulyati anggota komisi IV DPRD Ngawi yang juga legeslator dari Partai Demokrat ini menegaskan bila pihaknya menilai pekerjaan proyek renovasi gedung puskesmas pitu yang dikerjakan CV Kartika Jaya dinilai asal-asalan. Terbukti secara penglihatan saja sudah tidak patut. Meski sudah selesai 100 persen, pihaknya meminta kepada rekanan untuk proyek tersebut direvisi secara total hingga akhir bulan januari ini.

“Sudah tahu proyek tidak layak dan tidak patut menjadi tanda tanya mengapa pihak dinkes terima proyek seperti itu, pengerjaan proyek tidak sesuai dengan bestek(besaran teknis.red) kok dinkes menerima dengan tidak ada perhatian.” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya meminta kepada dinkes untuk lebih selektif terhadap rekanan yang memeliki track record buruk dan tidak bertanggung jawab seperti rekanan yang mengerjakan puskesmas Pitu tersebut dan bulan depan kami akan melakukan pengecekan kembali apa sudah benar dan sesuai dengan rekomendasi kami.ARD