PonorogoSebanyak 18 Kecamatan yang ada di kabupaten Ponorogo, masuk kategori endemis demam berdarah dengue sehingga warga diimbau waspada terhadap penyebaran penyakit yang disebarkan oleh gigitan nyamuk aedes aigypti.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Pretty Brilyan mengatakan kasus demam berdarah di Ponorogo sudah mulai muncul sejak bulan Januari 2013. “Ada tiga kecamatan yang tidak masuk endemis DB yaitu Kecamtan, Pudak , Ngebel, dan Sooko. Tetapi bukan berarti tidak ada warga yang terserang di wilayah itu,” terang Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Pretty Brilyan, Kamis (25/4).

Tercatat hingga bulan April lebih dari 200 orang terserang DB. Penyakit yang disertai panas itu harus semakin diwaspadai. Data di Kantor Dinas Kesehatan Ponorogo mencatat sudah ada 4 korban meninggal dunia karena demam berdarah.

“Perilaku hidup yang tidak sehat, seperti membiarkan genangan air, bak air mandi menjadi kotor, akan berpotensi memicu berkembangbiaknya nyamuk aedes aigypti yang menjadi perantara menyebarnya virus DBD,”  katanya.

Dia mengatakan bahwa ciri-ciri orang terserang virus demam berdarah dengue, antara lain akan muncul bintek merah, kekentalan darah makin meningkat, trombosit mencapai 1.000, dan kondisi tubuh mengalami demam. “Akan tetapi, untuk memastikan apakah seseorang positif terserang DBD atau tidak, sebaiknya dilakukan cek darah pada laboratoroium,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran DBD ini, Pemkab Ponorogo mengajak masyarakat melakukan gerakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara mengubur, menguras, dan menutup tempat yang berpeluang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Berdasarkan penelitian oleh tim ahli kesehatan, kata dia, nyamuk penyebab DBD dapat berkembang biak yang semula berkembang biak pada tempat air bersih kini bisa ditempat air kotor. “Selain, itu, nyamuk aedes aigypti ini juga kebal dengan obat petisida yang dijual di pasaran. Oleh karena itu, langkah yang efektif untuk mengantisipasi penyebaran penyakit itu, adalah dengan cara gerakan PSN,” terangnya. (MUH NURCHOLIS)